Departemen PAUD FIP UNY Selenggarakan Visiting Lecturer Bersama Excelsia University College Australia

Yogyakarta, 21 Oktober 2026 — Departemen Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer bersama Dr. Murni Sianturi dari Excelsia University College, Australia, pada 19–21 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional dalam bidang pendidikan anak usia dini melalui pertukaran wawasan akademik, pengayaan pengalaman pembelajaran mahasiswa, serta pengembangan kolaborasi riset dan publikasi ilmiah.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan kegiatan mandiri berupa reviewer artikel Jurnal JPA. Dalam kegiatan ini, Dr. Murni Sianturi melaksanakan penelaahan artikel ilmiah dan memberikan masukan terhadap naskah artikel JPA sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah di bidang pendidikan anak usia dini.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan welcome dinner pada pukul 19.30–21.00 WIB. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan membangun komunikasi awal mengenai peluang kerja sama antara Departemen PAUD FIP UNY dan Excelsia University College. Setelah rangkaian kegiatan hari pertama, agenda dilanjutkan dengan istirahat sebagai persiapan untuk kegiatan akademik pada hari berikutnya.

Selasa, 20 Oktober 2026, menjadi hari utama pelaksanaan kuliah tamu bagi mahasiswa. Pada pukul 09.00–11.00 WIB, Dr. Murni Sianturi memberikan kuliah kepada mahasiswa S1 semester 3 pada mata kuliah Stimulasi Nilai Agama dan Moral dengan tema “Growing Together: Embracing Cultural Diversity and Sustainability in Early Childhood Education in Australia and Indonesia.” Materi ini membahas pentingnya keberagaman budaya dan keberlanjutan dalam pendidikan anak usia dini dengan menghadirkan perspektif dari Australia dan Indonesia. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan anak usia dini dalam konteks lintas budaya serta pentingnya menanamkan nilai penghargaan terhadap keberagaman sejak dini.

Pada pukul 13.00–15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah bagi mahasiswa S2 kelas AG 2 dengan tema “AI as a Thinking Partner, Not a Substitute: Strengthening Professional Judgement in Early Childhood Education.” Tema ini menekankan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai mitra berpikir, bukan sebagai pengganti peran profesional pendidik. Pembahasan berfokus pada pentingnya memperkuat pertimbangan profesional dalam pendidikan anak usia dini, terutama dalam memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab tanpa mengesampingkan kompetensi serta peran manusia dalam pengambilan keputusan pendidikan.

Pada sore hari, pukul 17.00 WIB, rangkaian kegiatan diisi dengan menonton sendratari Ramayana. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi Dr. Murni Sianturi untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta. Agenda budaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pertukaran budaya dalam kerja sama akademik internasional.

Rangkaian Visiting Lecturer berlanjut pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan kuliah bagi mahasiswa S3 pada pukul 09.00–11.00 WIB. Dalam kegiatan ini, Dr. Murni Sianturi menyampaikan materi bertema “Beyond the Curriculum: Indigenous Knowledge, Cultural Diversity, and Community Engagement in Australian Early Childhood Education.” Tema tersebut mengangkat pentingnya pengetahuan masyarakat adat, keberagaman budaya, dan keterlibatan komunitas dalam pendidikan anak usia dini di Australia. Melalui pembahasan ini, mahasiswa doktoral diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai pengembangan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga mempertimbangkan pengetahuan lokal, konteks sosial budaya, dan peran komunitas dalam membangun pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.

Pada pukul 13.00–15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama dosen Departemen PAUD FIP UNY. Diskusi berfokus pada penguatan kerja sama dalam bidang riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan kurikulum PAUD. Pertemuan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan serta menjajaki peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan Visiting Lecturer secara resmi ditutup oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. Penutupan kegiatan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) sebagai dokumen kerja sama antara Departemen PAUD FIP UNY dan Excelsia University College, Australia. Penandatanganan IA menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi akademik yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, Departemen PAUD FIP UNY berupaya memperluas wawasan akademik mahasiswa pada jenjang S1, S2, dan S3 melalui pembahasan yang relevan dengan tantangan pendidikan anak usia dini di tingkat global. Topik mengenai keberagaman budaya dan keberlanjutan, pemanfaatan AI secara etis, serta pengetahuan lokal dan keterlibatan komunitas memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Departemen PAUD FIP UNY untuk memperkuat kerja sama internasional yang mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi kurikulum. Melalui kolaborasi dengan Excelsia University College, diharapkan terbangun kemitraan yang berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, menghargai keberagaman budaya, dan tetap berakar pada kearifan lokal (RA).