Dosen Departemen PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UNY Perkuat Peran Pokja PAUD Guwosari dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Mendukung tumbuh kembang anak usia dini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya guru di satuan PAUD, keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung proses perkembangannya. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Pokja PAUD Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul yang di laksanakan pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Kalurahan Guwosari. Sebelum menyasar Pokja PAUD, kegiatan pendampingan telah dilakukan bersama kader Posyandu dan ibu-ibu PKK. Tahun ini, penguatan dilanjutkan kepada Pokja PAUD sebagai salah satu unsur yang berperan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan dan tumbuh kembang anak usia dini. Program tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Kampung Emas UNY di Guwosari. Melalui kolaborasi dengan masyarakat, UNY terus mengembangkan kegiatan yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk bidang kesehatan, keluarga, dan pendidikan anak usia dini. Kegiatan diawali dengan sambutan Lurah Guwosari, Bapak Masduki Rahmad, S.I.P., dan Ibu PAUD Kalurahan Guwosari, Ibu Maimunah, S.Pd., Gr. Kehadiran pemerintah kalurahan dan unsur PAUD menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan layanan pendidikan anak usia dini di Guwosari. 

Tim PKM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Oktaviana Maharani, S.S.T., M.Kes. dari Departemen PAUD FIP UNY sebagai ketua, bersama anggota Dr. Atien Nur Chamidah, M.Dis.St. dari Fakultas Kedokteran UNY dan Dr. Nur Cholimah, M.Pd., dari Departemen PAUD FIP UNY serta mahasiswa UNY. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan tiga materi yang saling berkaitan, Materi pertama adalah “Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak” yang disampaikan oleh Oktaviana Maharani, S.S.T., M.Kes. Materi ini membahas pentingnya memahami kebutuhan kesehatan anak serta tahapan tumbuh kembang sebagai dasar dalam memberikan pendampingan yang sesuai. Materi kedua, “Membangun Komunikasi Positif untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini”, disampaikan oleh Dr. Martha Christianti, M.Pd. Peserta diajak memahami bahwa komunikasi merupakan bagian dari proses pengasuhan dan pendidikan. Cara orang dewasa berbicara, mendengarkan, dan memberikan respons kepada anak dapat mendukung terbentuknya hubungan yang positif. Materi ketiga, “Membangun Kemitraan Guru dan Keluarga untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini”, disampaikan oleh Dr. Fitriana Tjiptasari, S.IP., M.A. Materi ini menguatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kerja sama antara guru dan keluarga dalam memantau perkembangan anak serta menentukan bentuk pendampingan yang sesuai. Ketiga materi tersebut saling melengkapi dalam mendukung pencegahan dan penanganan stunting sejak dini. Kesehatan menjadi dasar bagi tumbuh kembang anak, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan perkembangan. Komunikasi positif membantu menciptakan hubungan yang mendukung anak, sementara kemitraan guru dan keluarga membantu memastikan perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan anak dapat dilakukan secara berkesinambungan. Peserta mengikuti kegiatan melalui pemaparan materi, diskusi, dan berbagi pengalaman. Berbagai situasi yang dihadapi dalam pendampingan anak menjadi bahan diskusi untuk menemukan strategi yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun satuan PAUD. Melalui kegiatan ini, Pokja PAUD diharapkan dapat semakin memperkuat perannya dalam menghubungkan berbagai pihak yang berkaitan dengan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Kolaborasi antara guru, keluarga, masyarakat, dan pemerintah kalurahan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem PAUD yang berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDGs 3 Kesehatan dan kesejahteraan, SDGs 17 melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, satuan PAUD, Pokja ibu PAUD, Keluarga, dan SDGs 4 Pendidikan Berkualitas. Penguatan kapasitas masyarakat dan keluarga mendukung ketahanan keluarga dalam SDGs 17. Perhatian terhadap kesehatan, tumbuh kembang, dan kebutuhan dasar anak mendukung upaya pemenuhan gizi dan pencegahan masalah gizi dalam SDGs 3. Sementara itu, peningkatan kapasitas Pokja PAUD, guru, dan keluarga mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini sesuai dengan SDGs 4. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan pengetahuan dan kerja sama di lingkungan PAUD maupun keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (BBM).