Budaya Kamis Pon di TKIT Ar-Raihan Piyungan, Mahasiswa Pendidikan Guru PAUD FIP UNY Turut Mengenalkan Budaya Jawa Sejak Dini

Piyungan, Bantul – Pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di TKIT Ar-Raihan Piyungan melaksanakan kegiatan Kamis Pon sebagai salah satu bentuk pengenalan dan pelestarian budaya Jawa kepada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan TKIT Ar-Raihan Piyungan dengan melibatkan anak-anak dan guru sebagai pelaksana kegiatan. Dalam pelaksanaannya, anak-anak mengenakan busana bernuansa adat Jawa dan mengikuti kegiatan bersama dalam suasana yang menyenangkan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa S1 PG PAUD Fakutas Ilmu Pendidikan UNY berperan mendukung persiapan dan pelaksanaan kegiatan, mendampingi anak selama aktivitas berlangsung, serta berinteraksi langsung dengan anak dalam mengenalkan nilai-nilai budaya Jawa. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi pembelajaran nyata di satuan PAUD. Dalam pelaksanaannya, anak-anak mengenakan busana bernuansa adat Jawa dan mengikuti kegiatan bersama dalam suasana yang menyenangkan

Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian pengalaman belajar yang kontekstual dan sesuai dengan lingkungan budaya anak. Selain itu, kegiatan turut mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan Kamis Pon bertujuan untuk mengenalkan budaya Jawa kepada anak sejak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak mengenal penggunaan busana tradisional Jawa dan mengikuti kegiatan makan bersama dengan duduk lesehan di atas tikar. Guru mendampingi dan memberikan arahan kepada anak selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan sederhana tersebut, anak belajar menerapkan sikap mandiri, tertib, sopan, berbagi, dan menghargai kebersamaan. Guru juga berperan dalam memberikan pemahaman bahwa budaya daerah merupakan bagian dari identitas yang perlu dikenali dan dijaga.

Pelaksanaan Kamis Pon memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Anak memperoleh kesempatan untuk mengenal budaya Jawa tidak hanya melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam berpakaian dan beraktivitas bersama. Kegiatan makan bersama juga memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan antaranak. Hal tersebut sejalan dengan SDG 4, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif, bermakna, dan mendukung perkembangan karakter anak. Kegiatan pengenalan budaya sejak dini juga dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan Kamis Pon, TKIT Ar-Raihan Piyungan diharapkan dapat terus mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis budaya secara berkelanjutan. Pengenalan budaya lokal dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak sehingga anak tumbuh dengan rasa mengenal, menghargai, dan ikut melestarikan budaya di lingkungannya (JAS).